Sekolah Nasional Karangturi telah berkiprah puluhan tahun dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia. Berdiri pada 1 Juli 1929 dengan nama H.C.S Chung Hwa Hui yang prakarsai oleh The Sien Tjo dan hanya memiliki 20 murid, sekolah ini sempat terbagi menjadi dua lokasi pada masa pendudukan Jepang: Chung Hwa Hui A di Jalan Sidodadi dan Chung Hwa Hui B di Jalan Karangturi. Pada 1 April 1946, sekolah berubah menjadi negeri dengan nama Karangturi School (A.L.S Karangturi) dan kembali menjadi swasta pada 7 Februari 1949, dengan izin pemerintah untuk satu sekolah di Jalan Karangturi (sekarang Jalan Mataram).

Untuk meningkatkan manajemen, didirikanlah Jajasan Sekolah Chung Hwa Hui pada 1950 dipimpin The Sien Tjo, membuka SMP lima kelas, dan membentuk organisasi siswa Chung Hwa Chung Sheng Hui (pada masa sekarang biasa disebut OSIS) pada 15 November. Yayasan ini mengalami beberapa perubahan nama menjadi: Jajasan Sekolah Karangturi (30 Juli 1963), Yayasan Sekolah Nasional Karang Turi (1970), Yayasan Sekolah Nasional Karangturi (1974), hingga akhirnya menjadi Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi pada 14 Maret 1987.

Pada periode 1972–1979, Sekolah Nasional Karangturi melakukan renovasi gedung SMP/SMA lama dan membangun gedung TK, SD, aula, ruang Tata Usaha, perpustakaan, laboratorium, serta kantor yayasan. Untuk memenuhi persyaratan akreditasi agar tetap berstatus Disamakan, dibangun kampus baru tiga lantai dengan satu basement di lahan 9.020 m² di Jalan Raden Patah 182–192 untuk SMP/SMA, yang mulai digunakan sejak 1996. Pada 2016, gedung SMP/SMA Karangturi berpindah ke Jalan Padma Boulevard Selatan Blok F, Komplek Perumahan Graha Padma, dengan luas lahan 7,8 hektar.

Perjalanan panjang sekolah ini memperkuat langkahnya di bidang pendidikan, dengan prestasi yang terus meningkat. Menginjak usia 96 tahun, Karangturi terus belajar dan menyesuaikan diri dengan persaingan global, terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan visi berwawasan global, semangat kewirausahaan, serta prinsip “Semua Anak Baik, Semua Anak Berbakat, Semua Anak Bisa,” sekolah mendorong peserta didiknya berprestasi sesuai minat. Hingga kini, Karangturi telah melahirkan siswa berprestasi akademik dan non-akademik, banyak alumni diterima di universitas ternama dalam dan luar negeri, serta menghasilkan tokoh nasional seperti Jaya Suprana, Kwik Kian Gie, dan Jongkie Tio. Prestasi non-akademik di paduan suara, bola basket, dan cheerleaders juga menjadikan Karangturi sekolah favorit di Semarang maupun luar Semarang.