Kurikulum Religiositas di Karangturi bertujuan membentuk peserta didik yang memiliki keimanan, ketakwaan, dan nilai spiritual yang kuat. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengetahuan agama, tetapi juga pada penghayatan dan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa memperoleh pembelajaran agama sesuai dengan keyakinan masing-masing sebagai dasar pembentukan karakter dan pengamalan nilai keagamaan. Selain itu, peserta didik juga diberikan wawasan serta sudut pandang dari agama lain untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan pembiasaan, refleksi, dan praktik nyata, siswa dibimbing untuk memiliki sikap toleran, saling menghormati, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Pendekatan ini dilakukan tanpa mengurangi keimanan pribadi, justru mendorong siswa untuk semakin memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran agamanya secara sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari.
Kurikulum ini membekali siswa untuk hidup dalam keberagaman dengan sikap terbuka, dewasa, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Kurikulum Budi Pekerti dan Kemanusiaan di Karangturi bertujuan menanamkan nilai moral, etika, dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran tidak hanya menekankan pada pemahaman nilai, tetapi juga pada penghayatan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran dilakukan melalui proses pembiasaan, keteladanan, refleksi, serta praktik nyata dalam kehidupan sekolah dan masyarakat. Siswa diajak untuk memahami makna sikap jujur, tanggung jawab, saling menghargai, kepedulian sosial, serta kemampuan mengambil keputusan yang berlandaskan nilai moral.
Dengan pendekatan yang reflektif dan kontekstual, Kurikulum Budi Pekerti dan Kemanusiaan membentuk siswa yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Kurikulum Budi Pekerti dan Kemanusiaan di Karangturi berlandaskan pemikiran tokoh-tokoh besar yang menempatkan pendidikan sebagai sarana pembentukan manusia seutuhnya, di antaranya Ki Hajar Dewantara dan Konfusius. Nilai-nilai yang diajarkan menekankan pentingnya karakter, kemanusiaan, serta hubungan yang harmonis antara individu, masyarakat, dan lingkungan.
Melalui pemikiran Ki Hajar Dewantara, siswa diajak memahami budi pekerti sebagai proses memahami, merasakan, dan mengamalkan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip keteladanan, kemandirian, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Sementara itu, nilai-nilai Konfusius memperkaya pembelajaran dengan penekanan pada penghormatan, keselarasan, pengendalian diri, serta sikap saling menghargai dalam relasi sosial.
Pembelajaran dilakukan secara reflektif dan kontekstual melalui pembiasaan, diskusi, serta praktik nyata dalam kehidupan sekolah dan masyarakat. Dengan pendekatan ini, Kurikulum Budi Pekerti dan Kemanusiaan membekali siswa Karangturi untuk tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter kuat, berempati, menjunjung nilai kemanusiaan, serta mampu hidup harmonis dalam keberagaman.
Kurikulum Student Company di Karangturi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar kewirausahaan secara nyata dan bermakna. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori bisnis, tetapi menekankan pada proses praktik langsung melalui pembentukan dan pengelolaan perusahaan siswa.
Dalam kurikulum ini, peserta didik terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan usaha, mulai dari menemukan ide, melakukan perencanaan, memproduksi, memasarkan, hingga mengevaluasi hasil usaha. Siswa belajar bekerja dalam tim, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas peran dan tugas yang diemban.
Melalui pengalaman tersebut, siswa mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, serta keberanian mengambil inisiatif. Kurikulum Student Company membekali peserta didik dengan pola pikir wirausaha yang adaptif dan solutif sebagai bekal menghadapi tantangan dunia nyata di masa depan.
Kurikulum Life Skill di Karangturi bertujuan membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan kemampuan personal dan sosial yang mendukung kemandirian siswa.
Melalui kurikulum ini, peserta didik dilatih untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, pengelolaan emosi, serta kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Siswa didorong untuk mengenali potensi diri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, dan beradaptasi dengan berbagai situasi.
Dengan pendekatan yang aplikatif dan kontekstual, Kurikulum Life Skill membentuk siswa yang percaya diri, tangguh, dan siap berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja di masa depan.
Kurikulum Service Based Learning di Karangturi mengintegrasikan proses pembelajaran dengan kegiatan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang melibatkan interaksi langsung dengan lingkungan sosial.
Melalui kurikulum ini, peserta didik diajak untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, merancang kegiatan pelayanan, serta terlibat aktif dalam pelaksanaan dan refleksi kegiatan tersebut. Siswa belajar menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan berbasis pengalaman, Kurikulum Service Based Learning menumbuhkan kepedulian sosial, empati, rasa tanggung jawab, serta kesadaran akan peran siswa sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas.